Hijau, Lestari, Menghidupi

Hijau, Lestari, Menghidupi

Kamis, 10 Februari 2011

Menuju Sebuah World Class Organization

Ibarat manusia, Dompet Dhuafa (DD) kini tengah memasuki usia remaja ranum. Pada usianya yang ke-17 ini, DD semakin mekar daya tariknya hingga makin banyak saja pihak yang melirik DD untuk di ajak bermitra, baik di jalan maupun luar negri. Tentu, bukan sekedar karena usia semata, tapi lebih karena gerak, geliat, dan kiat DD untuk melayani kaum Dhuafa.
Kegiatannya makin banyak dan makin beragam pula. Jika pada awal-awal tahun berdirinya DD lebih banyak berkiprah pada kegitan charity dan pertolongan untuk orang miskin, kini DD sudah 0merambah pada kegiatan-kegiatan lain yang bersifat penguatan dan pengembangan masyarakkat dan lingkungkungan.
Selain karena DD sudah lebih memahami kebutuhan masyarakat dana yang di kelola lembaga itu nmemang sudah memunhkinkan untuk melakukan banyak hal. Jika pada tahun pertamanya, DD baru dapat mengumpulkan zakat, infak, dan sedekah berjumlah sekitar Rp.300juta, pada tahun anggaran 2009/2010, dari Rhamadhn 1429 sampai Ramadhan 1430, DD berhasil mengunpulkan Ziswaf(zakat,Infak,sedekah dan Wakaf) Rp 105 miliar.
Jumlah SDM-nya yang dulu hanya 1 oran, kini meningkat jadi sekitar 100 orang. DD jga tlah memiliki kantor perwakilan di 18 propinsi, di samping berbagai lenbaga lain yang menjadi mitra kerja jajaringan.
Pertumbuhan yang luar biasa itu bukan hanya akibat pertumbuhan alamiah, melainkan berkat kerja keras, cerdas dan ikhlas awak DD dari sejak awal sampai sekarang secara berkeseimbangan.
Pada tahun 2010, DD memulai babak baru dalai kiprahnya. babak baru di mulai dengan renungan, tafakur, berkaca, bertanya kepada diri sendiri tentang apha yang telah di lakoni dan ketujuan mana lakon ini akan di truskan. secara internal, pada tahun 2010, DD mambenahi manajemennya, antara lain dengan mendirikan sejumlah unit kegiatan usaha. Walau mandiri, mereka tetap di bawah naungan dan menjadi anggota keluarga bsar DD. Persis seperti anak manusia beranjak dewasa, DD menyadari pentingnya kemandirian.
secara ekternal, kesadaran eksistensi DD di wujudkan dalam peningkatan pengabdian kepada kemanusiaan unipersal. Kesadaran bahwa sebagai individu kita tidak mungkin hidup sukses sendirian. karenanya, DD meningkatkan hubungan kerjasamanya dengan pihak luar.
Sesuai dengan tuntunan globalisasi, maka kita DD harus pula mengglobal. Dan untuk itu, perlu sebuah"entry point" atau pintu masuk yang tepat. Karena umat manusia sedunia kini sedang mengalami ancaman "global war-ming dan global climate change" atau pemanasan global dan perubahan iklim, maka pintu masuk yang paling tepat adalah program "DD Goes Green" yang bersekala lokal, nasional, regional, dan global sekaligus, demikian pula dampak nya.
Sejak beberapa tahun terakhir, DD juga telah go international dengan melakukan kegiatan-kegiatan di luar negri. antara lain, untuk membantu para TKI/TKW melalui program sahabat Buruh Migran di Luar Negri terutama di Hongkong dan Aksi Peduli Palestina, termasuk dengan mendirikan pabrik roti di Gaza. Program Sahabat Buruh Migran akhirnya berlanjut dengan di dirikannya Migrant Institute.
"DD Goes Green" yang mulai tahun ini, di wujudkan melalui aksi "Sedekah Pohon"atau"Alms For TREES", Yakni pengumpulan dana untuk menanam pohon dengan moto "hijau, lestari, menghidupi". Melalu "Sedekah Pohon" DD menghimbaw para dermawan, baik perorangan maupun perusahaan/lembaga, untuk memberi sidekah US$ 10 dolar. sedekah ini di distribusikan kepada orang-orang miskin dan penganggur yang di beri amanah untuk menanam dan merawat pohon sampai menghasilkan uang atau kayanya dapat di tebang .
Dan, ini yang penting,penanam dan perawat pohon itu akan menjadi pemilik hasil pohon tersebut. sesuai dengan motonya, progran ini bertujuan membuat Bumi Indonesia Hijau dan Lestari dan memberi pekerjan serta pendapatan untuk kaum Dhuafa, sekaligus menyumbang upaya pelestarian lingkungan hidup global. Dan juga menggembirakan ,sejumlah perusahaan multinasional menyalurkan dana CSR (tanggung jawab sosial korporat)-nya lewat DD. Artinya, DD telah di akui sebagai representasi Islam yang melaksanakan fungsi rahmatan lilalamin, rahmat untuk seluruh umat manusia. Begitulah, kini DD sedang bergerak menjadi sebuah Word Class Organization.

Rabu, 09 Februari 2011

104 Pelajar Dapat Bantuan Beastudi

LEUWIDAMAR-Sebanyak 104 pelajar SD/MI, SMP/MTs, dan SMA /MA di Kecamatan Leuwidamar mendapat kan bantuan beastudi kluater Mandiri dari Dompet Dhuafa. Beastudi tersebut di berikan kepada siswa kuranfg mampu dengan anggaran sebesar Rp.70Jt.
Pimpinan Dompet Dhuafa Banten Hery Wahyudi Rachman mengatajan, bantuan terhadap siswa kurang mampu merupakan bentuk kepedulian Dompet Dhuaa terhadap pendidikan warga miskin di daerah. Di Lebak, berdasarkan data di BPS ada sebanyak 52,7% dari 1,2jt jiwa penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan. Bayaknya warga miskin, membuat banyak masyarakat tidak mampu menyekolah kan anak mereka, sehingga angka rata-rata pendidikan di Lebak cukup rendah, yaitu 6,3 TAHUN. Itu artinya tidak lulus SMP.
"Sebelum memberikan, tim Dompet Dhuafa Banten turun kelapangan untuk mendata siswa yang berhak mendapatkan bantuan. Jumlahnya, ternyata cukup banyak yaitu sebanyak 427 siswa yang akan mendapatkan bantuan beastudi kluser mandiri dengan anggaran sebesar Rp.300Jt", kata Heri saat di temui di sela-sela acara launching program beastudi kluster Mandiri Dompet Dhuafa di SDN 1Bojong enteng Rabu (9/2).
Katanya, bantuan yang di berikan pada tahap pertama sebesar Rp.70juta dan di bagikan kepada 104 siswa SD/SMP/SMA. Sedangkan tahap dua rencananya akan di lakukan satu minggu kemudian, setelah pihaknya membuat surat pertanggung jawaban penyaluran dana bantuan tahap pertama. "Bantuan yang kita berikan rinciannya, yaitu rp500rb siswa bagi siswa sd/mi, rp 800rb bagi siswa smp/mts dan rp 1jt untuk sma/ma', paparnya
Asda IV sekda lebak Tajudin di dampngi kepala dinas pendidikan Adhe Nurhikmat dan wakil ketua badan Amil zakat daerah (bazda) pupu Mahpudin menapresiasikan bantuan yang di berikan Dompet Dhuafa kepada yang tidak mampu di Leuwidamar. Dia berharap bantuan serupa dapat di berikan kepada siswa miskin yang ada di kecamatan lain yang ada di Lebak. pasalnya, sebagian besar masyarakat lebak hidup miskin dan tertinggal.
"Pemda punya ambisi mewujudkan Lebak menjadi kabupaten pendidikan dan Rangkasbitung menjadi kota pelajar. Walau pun, kita akui daerah ini memiliki keterbatasan anggaran untuk mewujudkan mimpi tersebut ", Imbuhnya.
Directur Eksekutif di Dompet Dhuafa Ahmad Juaeni menyatakan , Dompet Dhuafa memiliki komitmen bekerja dlam bidang social. Dalam bidang social mereka membantu masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan dan yang lainnya. Dalam bidang Ekonomi upaya Dompet Dhuafa optimal melakukan pemberdayaan ekonomi kerakyatan dengan membantu usaha kecil menengah(UKM).
"kami akan trus melakukan berbagai upaya pemberdayaan dimasyarakat, sehingga eksistensi kami dapat di rasakan manfaatnya oleh semua kalangan," harapnya. (Radar Banten, kamis, 10 feb 2011)
Klaster Mandiri Adalah gagaasan Dompet Dhuafa tentang pembangunan kawasan dasar berdimensi zakat. Program klaster mandiri di topang oleh 5 pilar yakni Sistem,Nilai kmanusiaan,Hukum,dan Keadilan,Ekonomi dan Kesejahteraan serta Tata Kelembagaan. Klaster Ekonomi dalam bingkai kehalal dan keberkahan.Untuk itu kita perlu memebangun penguatan alat tukar,likuiditas permodalan, penguatan paktor produksi dan penguatan perdagangan.Tidak itu saja,gagasan klaster mandiri meminta kita memperhatikan kaum papa agar dapat hidup dalam batas kemanusiaan yang layak sebagai manusia, serta mengajarkan setiap kita harus menjadi agen berbahan bagi lingkungan, mengajak kebaikan dan menjadi social watchdog.


Program klaster Mandiri di luncurkan bulan Ramadhan 1431H/Agustus 2010 Dengan Program di 21 Desa di 21 Kabupaten se indonesia. Pemilihan desa di lakukan dengan analisis ketat melalui pemetaan kemiskinan dan survey lapang dan memperhatikan modal sosial yang telah di miliki untuk dapat meningkatkat tingkat kebersihan program. Pda pemulaan nya ini progran klaster mandiri di shatting pada priode tahun 2010-2011.


Tanggal 09-feb-2011 progran klaster mandiri wilayah Banten telah di Launching dengan mengusum tema Beststudy klaster mandiri di wilayah Leuwidamar,kawasan Baduy tingkat SD,SMP, Dan SMA dengan nominal besaran beasiswa untuk tingkat SD/MI adalah 500.000,- dan tingkat SMP/MTs adalah rp.800.000 dan tingkat SMA/MA adalah.1.000.000,- besaran penyaluran klaster Mandiri ini adalah Rp.300.000.000.-


Semoga program yang di luncurkan ini dapat menjadi memotivai yang baik,semoga program ini dapat tepat sasaran dan berdaya guna.